Bukan Kambing Biasa, Inilah Wujud Kambing Yang Menggantikan Nabi Ismail

  • Bagikan
santri posjos - Kambing Yang Menggantikan Nabi Ismail Bukan Kambing Biasa, Inilah Wujud Kambing Menggantikan Nabi Ismail
Hashtag Dan Ilustrasi Gambar santri posjos - Kambing Yang Menggantikan Nabi Ismail Bukan Kambing Biasa, Inilah Wujud Kambing Menggantikan Nabi Ismail

SANTRI.POSJOS.COMBukan Kambing Biasa, Inilah Wujud Kambing Yang Menggantikan Nabi Ismail – Kisah Nabi Ibrahim alaihissalam selalu menjadi salah satu cerita paling menginspirasi dalam sejarah umat manusia.

Sebagai seorang yang taat, beliau selalu siap melaksanakan apapun yang diperintahkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala.

Namun, cobaan yang diberikan kepada Nabi Ibrahim benar-benar menguji keteguhan imannya.

NB : Jika merasa tulisan pada artikel ini kurang jelas, Silahkan “BERALIH KE VERSI VIDEO” atau tetap di sini untuk melanjutkan membaca

Ujian Berat bagi Nabi Ibrahim

Nabi Ibrahim diperintahkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala untuk menyembelih putranya, Ismail, yang baru saja lahir. Perintah itu datang saat Nabi Ibrahim sudah berusia sangat lanjut.

Selain itu, Nabi Ibrahim juga diarahkan untuk menetapkan istri dan anaknya di sebuah lembah yang gersang, tanpa tanaman dan pepohonan, yang kini dikenal sebagai Mekah.

Pada saat itu, Mekah belum menjadi kota yang ramai seperti sekarang; tidak ada sumber air, vegetasi, atau tanda-tanda kehidupan.

Allah subhanahu wa ta’ala menguji keteguhan hati dan ketawakalan Nabi Ibrahim dengan menempatkannya dalam situasi yang sangat sulit.

Ia harus meninggalkan istri dan anaknya di tempat yang seolah-olah tidak memiliki harapan hidup.

Makna Kurban Idul Adha

Menyembelih hewan kurban setelah salat Idul Adha merupakan perintah Allah subhanahu wa ta’ala untuk memperingati pengorbanan Nabi Ibrahim.

Ibadah ini juga memperingati ketabahan dan keikhlasan Ismail untuk menjalankan perintah Allah subhanahu wa ta’ala.

Hal ini menunjukkan betapa besar keimanan dan ketaatan Nabi Ismail kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan kepada ayahnya.

Baca Juga:   Kisah Iblis Nekat Mendatangi Rumah Rasulullah, Dan Lakukan Ini!

Penggantian Ismail dengan Seekor Kambing

Saat Nabi Ibrahim siap melaksanakan perintah tersebut, Allah subhanahu wa ta’ala tidak membiarkannya menyembelih putranya.

Sebagai gantinya, Allah mengirimkan seekor kambing untuk menggantikan Nabi Ismail. Dalam Al-Qur’an surat As-Saffat ayat 107, Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: “Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.”

Imam Ibnu Katsir dalam kitab Qisas al-Anbiya menjelaskan bahwa mayoritas ulama berpendapat pengganti Nabi Ismail adalah seekor kibas, kambing besar berwarna putih dengan mata hitam, tanduk besar, dan bulu bagian atas yang berwarna merah.

Kambing tersebut sudah terikat dengan tali berwarna coklat di Gunung Sabir, Mekah.

Menurut riwayat Imam Ar-Razi, kambing tersebut telah digembala di surga selama 40 musim.

Ibnu Abbas radiallahu anhu menyatakan bahwa kambing itu juga merupakan kambing yang pernah disembelih oleh Habil, putra Nabi Adam, yang kurbannya diterima oleh Allah subhanahu wa ta’ala karena ketulusan dan kualitas persembahannya.

Simbol Keikhlasan dan Ketaatan

Kambing ini bukanlah kambing biasa. Ia adalah simbol ketaatan dan pengorbanan yang luar biasa serta menjadi bukti nyata bahwa Allah subhanahu wa ta’ala selalu memberikan jalan keluar bagi hamba-Nya yang taat.

Buah dari keikhlasan dan ketabahan Nabi Ibrahim dan Ismail, maka Allah menggantinya dengan yang lebih baik.

Ibadah kurban yang dilaksanakan setiap Hari Raya Idul Adha tidak lepas dari kisah pengorbanan Nabi Ibrahim dan Ismail.

Kisah ini mencerminkan puncak keikhlasan dan ketaatan seorang hamba kepada Tuhannya.

Kesimpulan

Kisah Nabi Ibrahim dan Ismail mengajarkan banyak hal kepada umat manusia. Pertama, keikhlasan dan ketataan kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

Kedua, pengorbanan yang selalu mendapatkan balasan terbaik dari Allah. Ketiga, pentingnya menjalankan perintah Allah dengan sepenuh hati tanpa ragu dan tanpa syarat.

Baca Juga:   Kisah Awal Mula Nabi Isa di Anggap Sebagai Tuhan

NB : Jika merasa tulisan pada artikel ini kurang jelas, Silahkan “BERALIH KE VERSI VIDEO” Terima Kasih sudah berkunjung ke situs kami

Kisah ini bukan hanya sekedar cerita sejarah tetapi sebuah pelajaran hidup yang sangat berharga.

Ibadah kurban menjadi salah satu cara umat Islam untuk merefleksikan dan meneladani nilai-nilai luhur tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *